Jadi Tempat Prostitusi, Tiga Griya Pijat Ditutup

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Yani Wahyu. Foto: Medcom.id/Adin.

Jakarta: Setelah mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) griya Pijat O2, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) mencabut TDUP griya pijat Gives dan NYX. Tempat itu terbukti dijadikan tempat praktik prostitusi.
 
“Ketiga tempat itu adalah hasil temuan langsung di lapangan, menyajikan atau memperdagangkan manusia sehingga terjadi perbuatan asusila atau prostitusi di lokasi tempat usahanya,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko saat dihubungi, Jumat, 5 Oktober 2018.

Ketiga tempat usaha pariwisata itu melanggar Pasal 38 Ayat 2 Huruf k Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Pasal itu jelaskan, pengusaha wajib mencegah terjadinya kegiatan asusila dan pelanggaran hukum lainnya di tempat usahanya.
 
Berdasarkan Pasal 55 ayat 1, pengusaha atau manajemen perusahaan pariwisata yang terbukti melakukan praktik prostitusi maka akan dilakukan pencabutan TDUP. Pencabutan ini dilakukan secara langsung tanpa melalui tahapan sanksi teguran tertulis pertama, kedua, ketiga, dan penghentian sementara kegiatan usaha.

Baca: Prostitusi di Tempat Hiburan Malam Berkedok Hotel Dibidik

Untuk tempat hiburan Gives TDUP yang dicabut yakni izin karaoke, bar, dan griya pijat. Sementara NYX yang dicabut hanya TDUP griya pijat.
 
“Kalau yang O2 itu griya pijat, spa, mandi uap, karaoke, dan bar. Itu ditutup semua,” imbuh Yani.
 
Siang tadi, anggota Satpol PP DKI Jakarta telah menutup ketiga tempat tersebut dengan memasang garis kuning. Satpol PP juga memasang stiker pengumuman penutupan tempat usaha itu.

(FZN)