Rapor Buruk, Wali Kota Jaksel Optimistis Serap Anggaran 90%

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali–MI/Haufan Hasyim Salengke.

Jakarta: Rapor penyerapan anggaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan dinilai paling buruk. Namun, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah optimistis bisa menyerap anggaran hingga 90 persen.

“Kita berharap sih masih menyentuh angka 90 persen. Nanti kita review lagi setelah ada beberapa kegiatan yang di-drop, nanti saya akan lihat lagi,” kata Marullah saat dihubungi, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

Hingga saat ini, penyerapan Pemkot Jaksel masih 44 persen dari total anggaran sekitar Rp2 triliun. Anggaran paling banyak dialokasikan untuk rehabilitasi kantor camat dan lurah.  

Namun, rehabilitasi kantor camat dan lurah gagal dilaksanakan tahun ini. Ada enam kegiatan yang gagal, yakni rehabilitasi total rumah dinas Lurah Kalibata sebesar Rp1,28 miliar, lalu pembangunan rumah dinas Camat Pesanggrahan Rp2,05 miliar, dan pembangunan kantor Camat Mampang Prapatan Rp19,52 miliar.

Baca: Penyerapan Anggaran Pemkot Jaksel Terburuk

Ada juga pembangunan Kantor Lurah Karet Rp6,97 miliar, rehabilitasi total rumah dinas Camat Cilandak Rp1,2 miliar dan rehabilitasi Bangunan untuk kelurahan Kuningan Timur sebesar Rp3 miliar.

Marullah menyampaikan penyebab tak terlaksananya pembangunan antara lain minim waktu, gagal lelang, hingga proses serah terima fasos fasum dari pengembang ke Pemkot Jaksel. Ia pun berencana mengusulkan enam pembangunan itu di APBD 2019. “Saya sudah minta supaya tahun depan bisa diajukan lagi, bisa itu dibangun,” imbuhnya.

(YDH)