OK Otrip Diklaim Mampu Melayani 68 Ribu Penumpang

Warga menunjukkan kartu OK Otrip. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Uji coba One Karcis One Trip (OK Otrip) berakhir pada Minggu, 30 September 2018. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim selama sembilan bulan berjalan OK Otrip mampu melayani 68 ribu penumpang.

“Ini menunjukkan bahwa terobosan integrasi angkutan massal memberikan hasil yang positif. Kita bersyukur angkutan umum bisa dikelola dengan baik sehingga warga merasakan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan transportasi massal,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 1 Oktober 2018.

Hingga kini sudah ada 483 armada yang bergabung dan melayani 33 rute. Skema pembayaran OK Otrip tetap sama. Tarif angkutan umum yang bergabung dengan OK Otrip masih digratiskan.

“Selama uji coba naik angkot gratis. Tapi besok masih gratis. Bayarnya nanti saat naik BRT (TransJakarta),” terang Budi.

Baca: Anies Ubah Nama OK OTrip

Tarif OK Otrip hanya dikenakan saat penumpang naik TransJakarta. Tarif pembayaran Rp3.500 selama tiga jam.

Uji coba OK Otrip sudah dilakukan empat kali. Uji coba pertama adalah pada 15 Januari-15 April 2018. Uji coba diperpanjang sampai 15 Juli 2018. 

Uji coba ketiga dilakukan sampai pertengahan Agustus 2018. Terakhir uji coba dilakukan pada pertengahan Agustus-akhir September 2018.

(AZF)