Polisi Diminta Konsisten Menerapkan e-Tilang CCTV

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Jakarta: Pengamat transportasi Djoko Setijowarno meminta kepolisan konsisten memberlakukan sistem tilang dengan kamera pengintai atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE). Pasalnya masyarakat akan melihat sejauh mana sistem tersebut serius diterapkan.

“Yang penting konsistensi. Yellow bow mau diterusin tapi tidak ada lagi, masyarakat melihat ini main-main,” kata Djoko kepada Medcom.id, Jakarta, Minggu, 30 September 2018.

Dalam uji coba CCTV e-Tilang pada 1 Oktober 2018 mendatang, bakal ada hal yang menjadi bahan evaluasi. “Kalau ada kelemahan ya diperbaiki. Biar lebih baik jangan di Jalan Sudirman saja, bila perlu satu Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga: Dua CCTV e-Tilang Sudah Dipasang

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengakui penilangan e-TLE sangat mudah. Pengendara yang melanggar akan terekam oleh kamera CCTV.

“Kameranya sendiri yang merekam bukan kita mengendalikan kamera itu. Kemudian dari rekaman itu dicetak oleh back office Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya,” kata Yusuf, Senin, 24 September 2018. 

Pegendara yang terekam kamera CCTV akan diverifikasi polisi lalu lintas, untuk melihat apakah termasuk kategori melanggar atau tidak. Jika termasuk kategori pelanggaran, maka pihak kepolisian lalu lintas akan mengonfirmasi kepada pengendara tersebut.

“Nanti dikeluarkan konfirmasi berdasarkan nomor polisi sesuai dengan alamat pemilik dari STNK,” ujar Yusuf.

Informasi dilakukan kepada pengendara melalui pesan singkat dan surat elektronik. Yusuf berharap setiap pengendara wajib memperbaharui datanya saat membayar pajak kendaraan.

(HUS)