Area Komersial Bisa Dibangun di 3 Pulau Reklamasi

Progres pembangunan proyek reklamasi Teluk Jakarta terpantau dari udara. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan tiga pulau reklamasi yang dulu sempat disegel, yakni Pulau C, D, dan G. Pemanfaatan tiga pulau itu akan dibagi menjadi kawasan komersial, perumahan, ruang terbuka hijau, hingga rekreasi.

“Lalu, sebagian kawasan itu ingin kita manfaatkan untuk akses publik. Terutama ke pantai. Jadi kami akan mengusulkan kembali tapi izinkan kami untuk menuntaskan dulu perencanannya baru nanti kita masukkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 28 September 2018.

Namun, pemanfaatan tiga pulau itu harus menunggu Peraturan Daerah tentang Tata Ruang Wilayah terlebih dahulu. Anies pun belum bisa memastikan berapa luas untuk permukiman, tempat hiburan, dan ruang terbuka hijau. Dia hanya memastikan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan mendapat jatah 50 persen dari luas wilayah.

Hingga saat ini, PT Kapuk Naga Indah (PT KNI) masih memegang hak guna bangunan (HGB) pulau D. Sementara itu, Anies telah menghentikan seluruh proyek pembangunan di seluruh pulau reklamasi.

Baca: PKS Minta Perda Zonasi Reklamasi Dirampungkan

HGB yang dipegang PT KNI diterbitkan oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) wilayah Jakarta Utara sejak 2017. Masa berlaku HGB atas nama PT KNI sekitar 30 tahun.

“Itu (HGB Pulau D) kan persoalannya sudah jadi. Kalau sudah jadi ya sudah,” kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

(OGI)