Edukasi Masyarakat, HIPMI Jakpus Gelar Bank Sampah

Jakarta: Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Pusat (HIPMI Jakpus) bersama Yayasan Jakarta Pengusaha Sosial dan HIPMI Peduli mengadakan kegiatan sosial untuk masyarakat. Kegiatan berlokasi di Jalan Petamburan II, Rt 05/03, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu, 22 September 2019.

Pada kesempatan ini, Bank Sampah menjadi satu program yang ditekankan ke warga Petamburan. HIPMI Jakpus berupaya memberi pemahaman ke warga bahwa Bank Sampah tidak hanya mendidik masyarakat untuk menabung, tapi juga menyadarkan bahwa sampah memiliki nilai tambah. 

“Di DKI sampah itu sampai 7 ribu ton per hari yang dibawa ke Bantar Gebang. Sampah yang bikin cemar bisa kita kelola dengan baik, kita kemas, ada inovasi. Mudah-mudahan yang kita laksanakan ini bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Ketua Umum HIPMI Jakpus Indra Rukman, melalui keterangan tertulis.

BPC HIPMI Jakpus disebutkan siap untuk bersinergi dan memberi dampak positif dari kegiatan usaha yang dilakukan. Ke depan kegiatan ini berkelanjutan dan dibawa ke ranah yang lebih besar.

“Pengusaha memberi dampak sosial, nggak hanya uang (keuntungan) yang kita pikirkan, tapi apa yang bisa kita berikan dari hasil yang kita usahakan,” kata Indra.

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara yang turut hadir di acara ini menilai positif kegiatan ini. Ia mendukung dan siap bekerja sama dalam mengedukasi serta memberdayakan warga Jakarta Pusat khususnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini jadi titik awal pengembangan kepada masyarakat. Sama-sama kita mengedukasi. Dampaknya bagus buat masyarakat,” tutur Bayu.

Ketua HIPMI Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla mengapresiasi kegiatan sosial yang didukung ACT dan MRI ini. Dia mengajak semua BPC mengadakan kegiatan yang sama di semua wilayah DKI, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI.  

Pendiri Yayasan Jakarta Pengusaha Sosial Aaron Sampetoding menambahkan pengelolaan sampah menjadi produk yang menghasilkan sumber pendapatan baru merupakan program lanjutan social-preneur, yaitu bagaimana kewirausahaan bisa memberi dampak sosial dan jadi solusi terhadap masalah lingkungan atau masalah sosial di masyarakat.

Pihaknya akan mereplikasi program kegiatan sosial ini ke wilayah DKI yang lain sekaligus berharap pemerintah dapat maksimal mengedukasi masyarakat soal bagaimana mengolah sampah (basah dan kering). Sehingga, hasilnya bisa menjadi kegiatan ekonomi untuk masyarakat sendiri.

Warga yang datang ke acara juga disuguhkan bazaar sembako, pelatihan kerajinan, pengobatan gratis, serta bazaar barang bekas berkualitas. 

“Kegiatan positif untuk kemajuan di RW 03, Petamburan. Memang perlu ada edukasi ke masyarakat. Kegiatan kayak gini harus terus diadakan,” kata Rahadi, ketua RW 03, Petamburan.

(UWA)