11 Tahun Tiang Pemancang Monorail Mangkrak

Jakarta: Sudah 11 tahun tiang pemancang monorail tidak tersentuh. Proyek tersebut mangkrak dan tidak menciptakan manfaat. 

Pada 2015 Pemprov DKI Jakarta sudah meminta PT Jakarta Monorail (PT JM) untuk membongkarnya. Namun hingga kini 90 persen tiang tersebut masih berdiri di sepanjang jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dan Asia Afrika, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah bertemu dengan pihak PT JM beberapa waktu lalu. Namun pertemuan itu belum menemukan solusi terbaik. 

“Enggak sih kalau dibongkar. Kemarin kita ada pembicaraan awal dengan pihak yang sempat mengelola monorail di awal, tapi itu baru pembicaraan dini belum pembicaraan lebih jauh,” kata Anies di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 21 September 2018.

Anies tidak mau gegabah. Dia akan mempertimbangkan aspek rencana transportasi DKI Jakarta ke depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau tiang-tiang tersebut akan dimanfaatkan kembali.

“Kemungkinan itu ada. Kita lihat terkait dengan aspek dari rencana transportasi Jakarta secara lengkap. Jadi solusinya bukan cuma monorailnya saja tapi bagaimana intergrasi antarmoda transportasi di Jakarta,” tutur dia.

Pemprov DKI Jakarta pernah meminta PT JM membongkar seluruh tiang pemancang monorail. Pasalnya keberadaan tiang-tiang itu mengganggu lalu lintas dan keindahan tata kota. Selain itu tiang-tiang tersebut tidak dibangun dengan APBD atau APBN.

“Karena ini bukan uang APBD atau APBN. Ini kan PT JM bekerjasama dengan PT Adhi Karya. DKI minta juga untuk ikut membongkar,” kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat itu.

Menurut Saefullah tiang-tiang monorel tersebut sudah tidak berguna. Semula, Saefullah mengaku Pemprov DKI akan membayar tiang-tiang tersebut. Namun karena harganya yang terlampau jauh pembayaran pun dibatalkan.

“Ngapain, untuk apa tiang mangkrak. Tidak ada manfaatnya kok untuk kota Jakarta. Karena tidak ada kemajuan kita tidak dapat melanjutkan,” ujar dia.

Seperti diketahui pembangunan proyek monorel berhenti sejak tahun 2007. Hingga saat ini Ortus Holding pemegang saham mayoritas PT JM dan Adhi Karya masih terlibat dalam sengketa harga ganti rugi tiang pancang. 

PT Adhi Karya meminta Ortus melunasi pembayaran tiang senilai Rp193 miliar. Sedangkan Ortus hanya bersedia membayar ganti rugi tiang sebesar Rp130 miliar. 

(SCI)